contoh tanda keguguran Kandungan hamil muda

    Tanda Keguguran KandunganHamil Muda

    Keguguran juga disebut Spontaneous abortion adalah berhentinya kehamilan dengan sendirinya saat masih hamil muda (sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu). Terjadinya keguguran kebanyakan pada kondisi antara minggu ke-7 sampai 12, atau yang dikenal dengan trisemester pertama.

    tanda keguguran hamil muda

    Anda akan mengalami gelisah ketika hamil anda mengalami keguguran. Menambah rasa sakit, stres dan bahkan anda yang mengalami keguguran dihantui traumatis. Apa yang menyebabkan hamil anda keguguran?. Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan banyak faktor yang dapat menyebabkan keguguran. Diantaranya adalah sebagai berikut.

    a. Masalah genetik
    Keguguran meningkat sebesar 30 persen terjadi sebelum minggu ke 8 dan penyebab utamanya adalah masalah genetik. Embrio ini berasal dari pemupukan sperma sang suami yang gagal tumbuh dan membelah diri ke janin. Masalah genetik meliputi 40-45% penyebab keguguran.

    b. Masalah penyakit ibu
    Keguguran juga dipicu dari masalah penyakit. Seperti diabetes yang tidak terkontrol dan masalah struktural di rahim (septum) atau fibroid (lihat fibroid). Keguguran terjadi saat janin keluar lebih awal sebelum bisa bertahan. Risiko keguguran mencapai 15 persen – 40 persen ibu hamil. Dari data tersebut keguguran 60% -75% terjadi sebelum 3 bulan masa kehamilan. Namun dari jumlah risiko keguguran wanita menurun pada usia 3 bulan kehamilan.

    Tanda Keguguran KandunganYang Perlu Diketahui Oleh Ibu Hamil Muda

    Tidak ada tanda-tanda keguguran hamil yang pasti dan benar. Namun ada beberapa berikut ini adalah tanda keguguran yang sering terjadi pada ibu:

    1. Nyeri

    Tanda pertama keguguran adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan. Seperti anda mengalami kejang pada panggul, atau sakit perut persisten dan sakit punggung. Nyeri bisa saja terjadi beberapa hari sebelum atau sesudah pendarahan terjadi. Kejang yang kuat bisa menjadi tanda keguguran.

    2. Pendarahan

    Perdarahan vagina mungkin terjadi pada beberapa tempat yang menjadi lebih sering dan sesekali. Perdarahan merupakan salah satu tanda anda keguguran, tapi bisa juga terjadi pada kehamilan normal.

    3. Kram perut

    Jika anda mengalami kram pada perut, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda keguguran hamil muda. Kram perut ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil muda. Kram ini biasanya disebabkan karena otot dinding rahim yang meregang karena hadirnya janin. Atau karena adanya proses pergantian produksi hormon progesteron oleh plasenta yang semula diproduksi oleh corpus luteum. Kram yang anda rasakan seperti pada kram yang terjadi ketika menjelang menstruasi. Akan tetapi pada tanda keguguran pada umumnya terjadi adanya kram yang hebat. Kram hebat ini biasanya disertai dengan gejala keluarnya perdarahan.

    4. Keluarnya cairan dari organ intim

    Keluarnya cairan dari organ intim juga kemungkinan keguguran jamil muda. Cairan tersebut seperti keputihan, tetapi warnanya lebih gelap atau kecoklatan. Jika Anda mengalami tanda seperti ini maka segeralah memeriksakannya ke dokter. Karena bisa saja itu merupakan tanda-tanda keguguran.

    5. Tidak Adanya Detak Jantung Bayi

    Selalu waspada dengan detak jantung bayi. Ini adalah tanda keguguran yang perlu dijaga. Denyut jantung bayi biasanya terdeteksi melalui pemindaian ultrasound. Jika gerak jantung bayi tidak bisa dilacak, kemungkinan besar bayi telah tiada.

    6. Tidak Ada Gerakan Janin

    Inilah beberapa tanda keguguran hamil muda yang wajib anda tau karena hal yang paling penting. Anda harus selalu mengamati pola gerakan sang bayi Anda sepanjang hari. Bahwa bayi Anda memiliki masa tidur, kadang-kadang berlangsung selama 4 jam. Namun, durasi ini tidak bisa melebihi 4 jam. Konsultasikan ke dokter Anda jika Anda tidak dapat merasakan atau kehilangan gerakan bayi. Anda bisa merasakan gerakan bayi antara tanggal 18 dan 24 minggu.

    7. Sakit Di Sekitar Punggung

    Terkadang, wanita hamil akan merasakan sakit punggung dan ketidaknyamanan. Tapi rasa sakit yang tajam dan sering terjadi adalah kontraksi dan tanda awal keguguran.

    8. Tes Positif Kemudian Berubah Menjadi Negatif

    Jika tes dilakukan pada dua hari berturut-turut di mana hari pertama mendapat tes positif dan kembali negatif pada hari kedua, itu bukan hanya tanda keguguran, itu juga bisa menjadi tanda kehamilan di luar ektopik.

    9. Vaginal Discharge

    Jika benjolan darah dan jaringan seperti daging keluar dari vagina, kemungkinan keguguran sudah terjadi.

    10. Serviks Terbuka

    Pada kehamilan yang sehat dan normal, serviks biasanya berlangsung beberapa minggu sebelum kelahiran bayi. Jika serviks Anda terbuka dalam beberapa minggu pertama kehamilan, risiko keguguran cukup tinggi.

    11. Kadar Hormon HCG Turun

    Tanda terakhir keguguran turun saat kadar hormon hCG turun. Tubuh perlu menjaga kadar hormon untuk menjaga kehamilan. Jika kadar hCG turun di awal kehamilan, risiko keguguran sangat tinggi.

    Harap diingat perdarahan pada trimester awal tidak selalu terkait dengan keguguran. Banyak ibu hamil yang mengalami hal tersebut namun tetap bisa melahirkan buah hati mereka. Pada kondisi ‘ancaman keguguran’, ibu hamil sebaiknya melakukan tirah baring (bed rest) dan menghindari hubungan seksual agar keguguran tidak terjadi.

    Mengetahui tanda-tanda dan penyebab keguguran juga dapat menepis pandangan keliru mengenai penyebab keguguran. Stres, olahraga, bekerja, makanan pedas, bepergian dengan pesawat dan berhubungan seks tidak terkait dengan meningkatnya risiko keguguran.

    Jika Anda merasakan gejala apapun di atas, pastikan Anda mengunjungi dokter. Anda perlu melakukan USG dan pemeriksaan lainnya untuk menentukan kondisi kehamilan Anda.

    Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

    Sebelum mengunjungi dokter Anda, penting untuk diingat dokter mungkin tidak dapat mencegah keguguran yang disebabkan pertumbuhan embrio yang tidak normal. Yang terbaik dapat dilakukan dokter adalah menjamin keamanan Anda dan kemungkinan Anda untuk hamil lagi tetap tinggi.

    Dokter akan memeriksa kondisi Anda untuk memastikan, apakah Anda mengalami keguguran. Pemeriksaan pertama biasanya dengan USG untuk mencari detak jantung janin. USG akan menunjukkan jika embrio berkembang di luar rahim (kehamilan ektopik). Anda bisa cek usg di Klinik Aborsi.

    Anda juga perlu melakukan pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan darah untuk menentukan kehadiran hormon kehamilan, mengukur seberapa banyak darah yang hilang, dan mengetahui adanya infeksi atau tidak. Beberapa dokter juga akan mencari tahu golongan darah, sehingga si ibu dapat disuntikkan imun globulin rho-D yang dapat membantu mencegah masalah kehamilan nantinya.

    Jika gejala-gejala keguguran muncul, namun menurut dokter keguguran belum terjadi, Anda akan disarankan pulang ke rumah dan istirahat. Atau, dokter akan menyediakan perawatan yang dibutuhkan.

    Pada abortus komplet, pengobatan tidak diperlukan. Namun, jika jaringan kehamilan masih ada di dalam rahim, Anda perlu melakukan tindakan yang disebut dilatasi dan kuratase untuk menangkat jaringan yang tersisa.

    Dokter juga akan mencoba mencari tahu penyebab keguguran, sehingga hal tersebut dapat diobati. Sebagai contoh, jika infeksi menyebabkan keguguran, Anda akan diberikan antibiotik untuk menyebuhkan infeksi. Namun, jika kehamilan terakhir Anda menyebabkan keguguran, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan berbeda untuk mencari tahu masalahnya. Beberapa masalah hormonal atau anatomikal dapat diatasi, untuk membantu meningkatkan keberhasilan kehamilan di masa mendatang.

    Layanan Kami

    Klinik Aborsi Raden Saleh
    Klinik Kuret Jakarta
    Klinik Kuret
    Klinik Raden Saleh
    Klinik Aborsi Aman
    Klinik Aborsi
    Klinik Aborsi Legal Indonesia
    Biaya Aborsi

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *