Bahaya Kelelahan Saat Hamil

    kelelahan saat hamil

    Kelelahan atau fatigue menjadi salah satu hal yang sangat rentan dialami oleh ibu hamil, mulai dari trimester pertama sampai trimester ketiga. Apakah Mama juga pernah mengalaminya? Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun ada dugaan kuat bahwa perubahan hormon adalah pemicunya. Di antaranya seperti peningkatan hormon progesteron.

    Jika mengalami kelelahan, biasanya ibu hamil akan terus-menerus merasa lelah bahkan saat sudah tidak melakukan aktivitas apa pun. Selain itu, faktor ketidaknyamanan lainnya juga bisa turut berperan. Misalnya nyeri punggung yang memicu sulit tidur hingga aktivitas yang berlebihan. Pada ibu hamil trimester pertama, mual dan muntah terus-menerus juga bisa membuat kelelahan. Pun demikian dengan cemas yang berlebihan.

    Nah, apa saja sebenarnya bahaya dari kelelahan saat hamil? Dirangkum klinik aborsi jakarta dari berbagai sumber, berikut informasinya:

    1. Muncul vlek atau bercak darah

    Salah satu bahaya yang mungkin muncul pada ibu hamil saat kelelahan adalah keluarnya vlek atau bercak darah. Terutama misalnya jika Mama baru saja melakukan perjalanan panjang atau bekerja seharian penuh tanpa istirahat. Keluarnya vlek biasanya dibarengi dengan rasa kencang di perut dan tubuh terasa tidak nyaman. Pegal-pegal di bagian tubuh tertentu juga bisa menjadi tanda bahwa Mama sudah kelelahan dan butuh istirahat segera. Apabila vlek sudah muncul, sebaiknya Mama berhati-hati, ya. Segera batasi aktivitas terlebih dahulu dan istirahat sejenak. Lakukan konsultasi ke dokter apabila vlek terus terjadi meski Mama sudah cukup istirahat.

    1. Risiko keguguran

    Keguguran menjadi salah satu bahaya dari kelelahan saat hamil yang perlu diperhatikan, Ma. Risiko ini bisa muncul terutama jika Mama sudah sering mengalami vlek dan kontraksi saat kelelahan.

    Seperti diketahui, kontraksi dan pendarahan adalah dua kondisi yang tidak boleh diabaikan oleh ibu hamil karena bisa berakibat fatal Jika sudah memahami Mama mudah lelah dan butuh istirahat, namun tetap memaksakan diri beraktivitas, keguguran bisa menjadi risiko yang paling mungkin terjadi. Jangan sampai hal tersebut terjadi ya, Ma. Kenali batas kemampuan diri dan hindari melakukan aktivitas sehari-hari melebihi batas kemampuan.

    1. Kaki bengkak

    Saat hamil, cairan dalam tubuh secara normal akan mengalami peningkatan dan bahkan seringkali tidak terkendali. Periode ini biasasanya mulai terjadi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Penumpukan cairan ini biasanya paling mudah terlihat pada bagian kaki, yang terlihat menjadi lebih bengkak. Terutama jika aktivitas sehari-hari Mama terlalu banyak dilakukan dengan posisi berdiri atau berjalan. Kondisi ini bisa bertambah parah, terutama jika sebelum hamil Mama memang sudah sering mengalami pembengkakan pada kaki. Apabila didiamkan terus-menerus, kenyamanan Mama bisa terganggu, terutama di area kaki. Mama mungkin akan kesulitan untuk berdiri atau berjalan. Jadi sebaiknya tetap perhatikan tanda kaki bengkak yang mungkin terjadi ya, Ma.

    1. Jatuh pingsan

    Salah satu efek kelelahan lainnya saat hamil adalah rentan jatuh pingsan, terutama jika Mama memiliki riwayat hipotensi (tekanan darah rendah) dan anemia. Oleh sebab itu, jika aktivitas Mama sedang padat, sehingga Mama sering telat makan, Mama rentan pingsan. Biasanya kondisi ini diawali dengan lemas, merasa pusing dan tiba-tiba pandangan menjadi gelap. Saat pingsan, Mama juga berisiko jatuh, yang tentunya berbahaya bagi kondisi janin. Terutama jika Mama sedang sendirian, Mama rentan jatuh dalam posisi duduk yang bisa membahayakan kehamilan. Jadi ketika sedang beraktivitas kemudian Mama merasa lemas dan berkeringat dingin, segera cari tempat duduk untuk istirahat. Makan dan minum jika bisa, hindari tetap memaksakan diri melanjutkan kegiatan karena Mama berisiko kelelahan dan bahkan pingsan.

    1. Kontraksi dini

    Kelelahan tidak melulu hanya disebabkan oleh aktivitas sehari-hari yang banyak, tetapi bisa juga akibat melakukan olahraga berlebihan. Misalnya memaksakan berolahraga berat seperti angkat beban, yang sebelumnya tidak pernah sama sekali. Aktivitas seperti ini bukannya menyehatkan, tetapi justru bisa berbahaya bagi kesehatan karena membuat tubuh Mama kelelahan. Tanda-tanda kelelahan yang ditunjukkan tubuh biasanya berupa rasa kencang pada perut, Ma. Jika tidak segera dihentikan, Mama bisa mengalami kontraksi dini, yang tentunya berbahaya jika usia kehamilan masih belum waktunya persalinan. Oleh sebab itu, melakukan olahraga saat hamil sangat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan konsultasi dengan dokter.

    1. Persalinan prematur

    Apabila kontraksi dini terus-menerus dialami, hal berikutnya yang bisa terjadi adalah persalinan prematur. Termasuk jika kontraksi dini terjadi saat Mama kelelahan akibat berjalan jauh atau melakukan aktivitas terlalu berat terus-menerus tanpa jeda. Itulah pentingnya membatasi aktivitas sehari-hari, terutama jika Mama rentan mengalami kelelahan dan usia kehamilan masih muda. Ini supaya kesehatan kehamilan Mama tetap terjaga.

    Cara aman mengatasi kelelahan saat hamil

    Jika Mama merasa mengalami lelah berlebihan saat hamil, segera hentikan aktivitas apapun yang sedang dilakukan. Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat yang cukup. Dengarkan sinyal dari tubuh yang menunjukkan bahwa Mama butuh istirahat. Selain itu, upayakan untuk selalu makan makanan bergizi secara teratur. Dikutip dari What to Expect, ibu hamil belum membutuhkan kalori tambahan selama trimester pertama, tetapi Mama baru akan membutuhkan sekitar 340 kalori ekstra per hari pada trimester kedua dan 450 kalori ekstra per hari pada trimester ketiga.

    Tentu saja semua akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan berat badan Mama juga, ya. Diet sehat umumnya terdiri dari konsumsi sayuran, biji-bijian, susu, dan daging tanpa lemak. Siapkan juga camilan seperti buah dan yoghurt. Konsumsi junk food berlebihan sebaiknya dihindari, ya. Yang tak kalah penting, pastikan tubuh tetap terhidrasi. Kurangi kafein dan perbanyak minum air putih. Demikian informasi tentang bahaya kelelahan saat hamil. Jika Mama memiliki tanda dan gejala kelelahan yang terjadi terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter, ya.

    Layanan Kami

    Klinik Aborsi Raden Saleh
    Klinik Kuret Jakarta
    Klinik Kuret
    Klinik Raden Saleh
    Klinik Aborsi Aman
    Klinik Aborsi
    Klinik Aborsi Legal Indonesia
    Biaya Aborsi

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *